@psychologysimplified4: #puzzlegame #satisfyinggame #puzzlegaming

psychologysimplified
psychologysimplified
Open In TikTok:
Region: PK
Thursday 22 October 2026 16:08:15 GMT
65525
220
2
5

Music

Download

Comments

jessica.harper53
Jess ♥️🧡🤍🩷💗 :
poor bares
2026-10-23 08:41:03
3
intrvble6292
𝑨.🧬🧸 :
2026-10-23 09:24:27
3
To see more videos from user @psychologysimplified4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kawasan Aek Tapa, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, belum sempat difungsikan, tetapi sudah lebih dulu berhadapan dengan banjir. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada 24–25 Oktober 2026 membuat gerai koperasi itu terendam air. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) bahkan harus turun tangan untuk menguras genangan yang memenuhi bangunan tersebut. Banjir ini turut menyoroti pemilihan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih yang disebut berada di kawasan rawan banjir. Warga sekitar dikabarkan telah berulang kali mengingatkan bahwa area tersebut merupakan cerukan sekaligus zona limpasan air yang kerap dilanda banjir setiap tahun. Peringatan itu menjadi sorotan setelah bangunan yang baru selesai didirikan tersebut justru ikut terendam ketika hujan deras melanda. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan pemilihan lokasi serta kesiapan sistem pengendalian air di sekitar bangunan koperasi. Kepling Aek Tapa B, Ahmad Nazi, menduga gerai Kopdes Merah Putih tersebut tidak memiliki saluran drainase yang memadai untuk mengalirkan air. Dugaan ini mengarah pada persoalan tata kelola air di lokasi bangunan, meski penyebab pasti genangan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Dampak banjir tidak hanya dirasakan bangunan koperasi. Sejumlah permukiman warga di Rantauprapat juga ikut terendam. Derasnya aliran air bahkan dilaporkan menyeret sepeda motor milik warga, memperlihatkan besarnya dampak banjir terhadap aktivitas dan harta benda masyarakat.
Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kawasan Aek Tapa, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, belum sempat difungsikan, tetapi sudah lebih dulu berhadapan dengan banjir. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada 24–25 Oktober 2026 membuat gerai koperasi itu terendam air. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) bahkan harus turun tangan untuk menguras genangan yang memenuhi bangunan tersebut. Banjir ini turut menyoroti pemilihan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih yang disebut berada di kawasan rawan banjir. Warga sekitar dikabarkan telah berulang kali mengingatkan bahwa area tersebut merupakan cerukan sekaligus zona limpasan air yang kerap dilanda banjir setiap tahun. Peringatan itu menjadi sorotan setelah bangunan yang baru selesai didirikan tersebut justru ikut terendam ketika hujan deras melanda. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan pemilihan lokasi serta kesiapan sistem pengendalian air di sekitar bangunan koperasi. Kepling Aek Tapa B, Ahmad Nazi, menduga gerai Kopdes Merah Putih tersebut tidak memiliki saluran drainase yang memadai untuk mengalirkan air. Dugaan ini mengarah pada persoalan tata kelola air di lokasi bangunan, meski penyebab pasti genangan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Dampak banjir tidak hanya dirasakan bangunan koperasi. Sejumlah permukiman warga di Rantauprapat juga ikut terendam. Derasnya aliran air bahkan dilaporkan menyeret sepeda motor milik warga, memperlihatkan besarnya dampak banjir terhadap aktivitas dan harta benda masyarakat.

About