@inspiring.dolls: Vita Mahjong + Kung Fu Panda = my new daily routine 🐼✨    It's free, the tiles are huge, and somehow I keep saying "just one more level" 😅    How far do you think you could get?    @VITA MAHJONG #vitamahjong #VitaMahjongXKungFuPanda #gaming #funnyreels

The Syed
The Syed
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 24 October 2026 03:26:49 GMT
131
3
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @inspiring.dolls, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hidup Di Pinggiran Kota Oelamasi, Keluarga Ini Tinggal di Rumah Gubuk Tanpa Bantuan OELAMASI, KABUPATEN KUPANG- Di balik megahnya Kantor Bupati Kupang di Kota Oelamasi, ternyata masih ada potret kemiskinan yang luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang termasuk dinas teknis lainnya.  Hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat pemerintahan, sebuah keluarga hidup di rumah gubuk berdinding pelepah lontar dan beratap seng bekas di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT.  Keluarga itu adalah keluarga  Yandri Sanak (35) dan isterinya  Desy Nordina Utan (41). Bersama kedua anaknya yang masih kecil, mereka sudah 13 tahun menempati gubuk berukuran 4x5 meter tanpa listrik dan tanpa MCK yang layak. Beratap Seng Bocor, Berdinding batang dan daun Lontar Pantauan media ini, Minggu (25/10/2026), kondisi gubuk Yandri dan isterinya sangat memprihatinkan. Dinding hanya dari batang daun lontar yang sudah lapuk dimakan rayap. Lantai masih tanah. Jika hujan turun, air masuk dari semua sisi.
Hidup Di Pinggiran Kota Oelamasi, Keluarga Ini Tinggal di Rumah Gubuk Tanpa Bantuan OELAMASI, KABUPATEN KUPANG- Di balik megahnya Kantor Bupati Kupang di Kota Oelamasi, ternyata masih ada potret kemiskinan yang luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang termasuk dinas teknis lainnya. Hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat pemerintahan, sebuah keluarga hidup di rumah gubuk berdinding pelepah lontar dan beratap seng bekas di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT. Keluarga itu adalah keluarga Yandri Sanak (35) dan isterinya Desy Nordina Utan (41). Bersama kedua anaknya yang masih kecil, mereka sudah 13 tahun menempati gubuk berukuran 4x5 meter tanpa listrik dan tanpa MCK yang layak. Beratap Seng Bocor, Berdinding batang dan daun Lontar Pantauan media ini, Minggu (25/10/2026), kondisi gubuk Yandri dan isterinya sangat memprihatinkan. Dinding hanya dari batang daun lontar yang sudah lapuk dimakan rayap. Lantai masih tanah. Jika hujan turun, air masuk dari semua sisi. "Kalau hujan malam, kami semua tidak tidur. Kami pindah ke sudut yang tidak bocor termasuk anak-anak," ujar Yantri dengan mata berkaca-kaca. Yantri sehari-hari bekerja sebagai buruh serabut. Kadang jadi tukang kebun, tukang kayu, kadang angkut pasir di Kali Oelamasi. Penghasilan tidak menentu, hanya Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari, itupun kalau ada yang suruh kerja. Isterinya, Desy, tidak bekerja karena harus mengasuh anak anak yang masih kecil. "Kami makan dari apa yang ada. Kadang nasi dengan garam saja. Anak-anak sering tidak sekolah karena tidak ada uang untuk beli buku," kata Desy. Dekat Kantor Bupati, luput dari Bantuan Yang lebih miris, keluarga ini mengaku belum pernah tersentuh bantuan sosial pemerintah. "Kami sudah beberapa kali kasi KTP dan KK ke RT, katanya mau dimasukkan data PKH, BLT Dana Desa, bantuan rumah layak huni. Tapi sampai sekarang baru pernah dapat satu kali ditahun 2026. Tetangga sebelah dapat semua, kami tidak," keluh Yandri. Anak sulung Yandri, Riki (13), kini duduk di kelas 8 SMP, namun kadang tidak sekolah dan Ia lebih sering ikut mamanya mencari kayu bakar untuk dijual. "Saya kadang tidak sekolah karena tidak ada sepatu dan seragam sudah robek," kata Riki pelan. Keluarga Yandri berharap Pemerintah Kabupaten Kupang, Dinas Sosial, dan para donatur bisa melihat kondisi mereka. "Kami tidak minta banyak, kami hanya minta rumah yang tidak bocor dan anak-anak bisa sekolah seperti anak lain. Kami sudah capek hidup begini di pinggiran kota Oelamasi yang katanya sudah maju," harap Desy. Hingga berita ini diterbitkan, Kades Naunu belum berhasil dikonfirmasi terkait belum masuknya keluarga Yandri dalam daftar penerima bantuan. Bagi pembaca yang ingin membantu, bisa langsung datang ke gubuk keluarga Yandri di belakang Postu Frans Kono, Rt 16 Re 06 Dusun 4 Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu atau menghubungi RT setempat. #tvrintt #beritatiktok #kabupatenkupangntt #kemensoshadir #fyppppppppppppppppppppppp

About