@areej67676: بابا جو آپ اس وقت میرے ساتھ نہیں مجھے بڑی تکلیف ہے 💔 10-02-2023 🫂 Baba akhri bar apko galy lgya tha😭😭 #baba #babajaan #missyoubaba #fypppppppppppppp #viralviralviralvuralviral

A  🇬🇧❤️🇵🇰
A 🇬🇧❤️🇵🇰
Open In TikTok:
Region: GB
Sunday 25 October 2026 15:51:30 GMT
2026
55
16
11

Music

Download

Comments

happygirl8327
Happy Girl :
miss you baba🥺🥺🥺😂😂😂
2026-10-25 17:28:14
2
mano.302g
mano.302g :
same 😭😭😭😭
2026-10-26 11:08:41
0
mano.302g
mano.302g :
jis pay guzarti vahi Janta h 😭😭😭😭dukh 😭
2026-10-26 11:09:53
0
zoyaqueen.queen
Zoyaqueen Queen :
😭😭😭😭😭
2026-10-25 17:39:49
1
quran.kiroshni
Quran Ki Roshni :
😢😢😢
2026-10-25 17:56:40
1
To see more videos from user @areej67676, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kita kira kita kecanduan hp, ngemil, belanja, kerja, drakor, game, ngopi, ngerok, validasi, Padahal bukan. Itu cuma alat larinya. Kita kecanduan satu hal: LARI DARI RASA TIDAK NYAMAN. Sepi sedikit, buka hp. Bosan sedikit, pesan makanan padahal tidak lapar. Cemas sedikit, scroll TikTok 3 jam tanpa tujuan. Gelisah sedikit, ngajak orang ngobrol biar rame. Hati tidak enak, curhat kemana-mana. Kenapa kita lari? Karena sejak kecil tidak pernah diajarin duduk dengan rasa tidak nyaman. Waktu kecil sedih, apa kata orang tua?
Kita kira kita kecanduan hp, ngemil, belanja, kerja, drakor, game, ngopi, ngerok, validasi, Padahal bukan. Itu cuma alat larinya. Kita kecanduan satu hal: LARI DARI RASA TIDAK NYAMAN. Sepi sedikit, buka hp. Bosan sedikit, pesan makanan padahal tidak lapar. Cemas sedikit, scroll TikTok 3 jam tanpa tujuan. Gelisah sedikit, ngajak orang ngobrol biar rame. Hati tidak enak, curhat kemana-mana. Kenapa kita lari? Karena sejak kecil tidak pernah diajarin duduk dengan rasa tidak nyaman. Waktu kecil sedih, apa kata orang tua? "Jangan nangis. Diam ." Takut, apa kata mereka? "Sudah jangan takut." Marah, apa kata mereka? "ga boleh marah" Lama-lama otak belajar: rasa yang tidak nyaman itu salah, harus segera dihilangkan. Program itu kamu bawa sampai dewasa. Padahal rasa tidak nyaman bukan musuh. Dia sinyal. Energi yang terjebak di tubuh yang minta ditemani, bukan diusir. Penderitaan kita ada dua lapis: Lapis pertama, rasa mentahnya: sesak di dada, mual di perut, panas di tenggorokan. Cuma sensasi. Lapis kedua, cerita yang kita tempelkan: "Kenapa aku begini terus, aku pasti gagal, aku tidak berharga, aku salah." Lapis pertama cuma 10%. Lapis kedua yang bikin jadi 100%. Semua pelarianmu tidak menyentuh lapis pertama. Cuma menggemukkan lapis kedua. Makanya capek. Selama ini kita hidup di kepala. Semua dipikirin, dianalisa. Padahal rasa tidak nyaman tidak tinggal di kepala. Dia tinggal di tubuh. Makanya dipikirin sampai kapanpun tidak selesai. Kamu mencari kunci di tempat yang salah. Kita bukan butuh teknik rumit, motivasi, atau afirmasi. Kita cuma butuh keberanian untuk MERASAKAN. Keberanian merasakan bukan jadi kuat. Justru jadi lunak. Jujur bilang: "Ya, aku lagi merasa tidak nyaman. Dan aku tidak apa-apa dengan ini." Saat rasa tidak nyaman muncul, jangan lari. Duduk. 1. SADARI: Oh, ada yang tidak nyaman. Jangan kasih label "aku cemas, insecure, rusak". Cukup: "Ada rasa tidak nyaman sekarang." Titik. 2. BERI RUANG DAN RASAKAN APA ADANYA. Jangan dilawan. Makin dilawan makin kuat. Beri ruang seperti geser kursi untuk tamu. Rasakan di tubuh, bukan di kepala. Sesak di dada kah? Mual di perut kah? Panas di leher kah? Tidak perlu dibetulin. Temani saja . 3. BIARKAN: Jangan diutak-atik. Tugasmu bukan menyembuhkan atau menganalisa kenapa dia datang. Biarkan dia bergerak dan selesai sendiri. Dia energi. Kalau diberi ruang, dia naik, bergetar, memuncak, lalu turun dan hilang sendiri. Di momen kamu berani merasakan apa adanya, tanpa lari, tanpa drama, di momen itu penderitaanmu berhenti. Bukan karena rasanya hilang. Tapi karena yang berperang dengan rasa itu hilang. Kamu tidak menyembuhkan luka dengan melawannya. Kamu menyembuhkan luka dengan berani menyentuhnya. Kamu damai bukan karena hidupmu akhirnya nyaman. Kamu damai karena berhenti berperang dengan yang tidak nyaman. Berdamailah dengan semua rasa. Rasa nyaman kamu temani, rasa tidak nyaman pun kamu temani. Saat kamu berhenti memilih-milih rasa, di situ damai datang.

About