@vn.ng4084:

!ĐÔNG🤬
!ĐÔNG🤬
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 26 October 2026 04:17:00 GMT
55
6
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @vn.ng4084, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


"Karena dialah saya ada di sini sekarang." Kalimat itu keluar dari mulut Ivan Mamut ketika bercerita tentang seseorang yang membantunya sampai ke Jakarta. Marko Simic, sosok yang sudah lebih dulu mengenal bagaimana rasanya mengenakan seragam. Pada Kamis, 10 September 2026, Persija Jakarta memperkenalkan Ivan Mamut sebagai pemain barunya. Tetapi perkenalan itu terasa berbeda. Karena ada sebuah tongkat estafet di antara keduanya. Simic, penyerang asal Kroasia yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Persija, menyerahkannya kepada Mamut. Seolah sebuah cerita lama sedang diteruskan kepada pemain yang datang membawa negara yang sama, tetapi dengan perjalanan berbeda. Simic menghabiskan enam tahun bersama Persija. Dalam 165 pertandingan, ia mencetak 89 gol dan sembilan assist. Tiga trofi pernah dipersembahkannya untuk Macan Kemayoran, termasuk gelar juara Liga Indonesia 2017/2018. Pada 2019, namanya kembali berada di puncak. Simic menjadi top skor Liga 1 dengan 28 gol. Kini, bertahun-tahun setelah cerita itu dimulai, seorang penyerang Kroasia lainnya datang ke Jakarta. Ivan Mamut. Usianya 29 tahun. Tingginya 1,92 meter. Kaki kirinya menjadi salah satu senjata yang dibawanya untuk mempertajam lini depan Persija. Perjalanan Mamut membawanya bermain di Kroasia, Rumania, hingga Malaysia. Bersama Terengganu FC selama dua musim, ia mencetak 23 gol sebelum kembali ke Kroasia Bergabung dengan Varaždin pada musim panas 2025, Mamut mencetak 11 gol dan membantu klub finis ketiga Liga Kroasia serta meraih tiket kualifikasi kompetisi Eropa. Namun, sepak bola kembali membawanya pergi. Awal musim 2026/2027, ia masih sempat tampil tujuh kali dan mencetak tiga gol serta dua assist. Lalu datang kabar bahwa ia akan meninggalkan Varaždin. "Saya harus mengatakan bahwa Mamut akan pergi," kata pelatih Nikola Safaric. Tak lama kemudian, Varaždin mengonfirmasi kepindahannya ke Persija. Sebelum benar-benar meninggalkan klub itu, Mamut menulis salam perpisahan. "Terima kasih, Varaždin!" Dalam pesan perpisahannya, Mamut mengaku akan mengingat Varaždin lewat banyak momen indah dan orang-orang yang membuat waktunya di sana istimewa. Terutama karena klub itu pernah mengulurkan tangan ketika ia berada dalam salah satu masa tersulit dalam kariernya. "Hal itu tidak akan pernah saya lupakan." Ia juga berterima kasih kepada rekan setim, pelatih, staf, klub, dan para pendukung yang sejak hari pertama membuatnya merasa seperti di rumah. Dari Varaždin, ia pergi dengan rasa syukur dan bangga. Lalu sebuah babak baru dimulai. Bagi Mamut, kepindahan itu juga membawa nama seseorang yang lebih dulu membuka jalan: Marko Simic. "Saya juga banyak berbicara dengan Marko Simic. Dia sangat membantu saya," ujar Mamut. "Karena dialah saya ada di sini sekarang," ungkapnya. Kini, tongkat itu sudah berpindah tangan. Dari striker yang pernah menjadi mesin gol Persija, kepada pemain yang baru tiba di Jakarta. Mamut tahu tugasnya tidak ringan. "Saya bisa merasakan bahwa musim yang baik sedang menanti kami." Ia paham persaingan tidak akan mudah. Namun ia akan selalu tampil optimal. "Saya akan memberikan lebih dari 100 persen di setiap pertandingan," janjinya. Tongkatnya sudah berpindah. Sekarang, tinggal menunggu cerita apa yang akan ditulis Ivan Mamut bersama Persija. (*) #persija #ivanmamut #liga1

About